Sejak Awal, Neymar Memang Menolak Tersingkir dari Liga Champions Lagi

Neymar wajar dikatakan sebagai aktor penting comeback menegangkan PSG atas Atalanta (2-1) di perempat final Liga Champions 2019/20, Kamis (13/8/2020) pagi hari WIB. Neymar tidak cetak gol, tetapi peranannya penting.

Bagaimana tidak, Atalanta dapat unggul 1-0 terlebih dulu, walau sebenarnya PSG semakin lebih menguasai serta membuat banyak kesempatan. Neymar serta hampir cetak beberapa gol sendiri.

Tetapi, kelihatannya beberapa bulan tanpa ada laga bersaing membuat PSG kehilangan sentuhan akhir mereka, hingga kemudian Neymar kembali lagi berlaga di ujung pertandingan.

Ia membuat assist untuk gol Marquinhos pada menit ke-90 yang mengganti score jadi 1-1. Lalu kirim bola pada Kylian Mbappe, yang selanjutnya memberi assists untuk gol Choupo-Moting pada menit 90+3, yang menyelesaikan comeback menegangkan PSG.

Tak pernah mau tersingkir

Tidak ada rahasia spesial dibalik kesuksesan PSG. Walau ketinggalan sampai menit paling akhir, Neymar memperjelas jika tidak sempat sedikit juga mereka memikir akan kalah. Kemampuan mental itu yang menjadi pembeda.

“Saya tidak sempat sekali juga memikir masalah eliminasi,” membuka Neymar pada RMC Sport.

“Tidak ada yang dapat hentikan kepercayaan saya jika kami akan capai final. Pertandingan ini susah, tetapi kami team hebat serta seperti keluarga.”

“Tidak mungkin memikir jika kami kemungkinan tereliminasi,” paparnya.

Layak menang

Kepercayaan Neymar juga diterima baik oleh pelatihnya, Thomas Tuhel. Tuhel yakin jika PSG memang wajar menang, permainan anak asuhannya begitu bagus untuk tersisih dengan cara menyakitkan.

“Kami mainkan laga yang benar-benar, sangatlah baik, serta kami betul-betul wajar maju ke semi-final,” membuka Tuhel.

“Memang benar ada sedikit unsur peruntungan, tetapi bila anda lihat laga ini secara detail, kami memang wajar berhasil lolos.”

“Kami mengatur pertandingan seutuhnya di set ke-2, mendapatkan irama kami, serta beberapa pemain yang masuk untuk alternatif dapat membuat ketidaksamaan besar,” tutupnya.

Tahith Chong Susul Angel Gomes Tinggalkan Manchester United?

Pemain muda Manchester United, Tahith Chong, diklaim punyai gagasan untuk tinggalkan club musim depan. Tahith Chong akan mengejar rekanan seangkatannya, Angel Gomes.

Manchester United melambungkan beberapa pemain muda ke team penting dalam beberapa musim paling akhir. Beberapa ada yang sukses tampil oke di team penting seperti Mason Greenwood.

Striker 18 tahun itu mainkan 31 pertandingan di Premier League serta dapat cetak 10 gol. Disamping itu, ada pula nama Brandon Williams yang tampil oke di tempat bek kiri. Ia sekarang berkompetisi dengan Luke Shaw di tempatnya.

Tetapi, tidak semua pemain muda United dapat tembus team penting. Angel Gomes misalnya. Pemain 19 tahun itu pilih geser ke Lille sebab kesusahan berkompetisi di baris tengah sesudah Bruno Fernandes tiba.

Tahith Chong Mengejar Geser Club

Angel Gomes geser sesudah tidak meneken kontrak baru yang disodorkan club. Namanya pernah dihubungkan dengan club teratas seperti Juventus, tapi pilih geser ke Lille untuk mendapatkan menit bermain yang cukup.

Cara yang serupa, dipercaya pasti akan diambil pemain muda United lain, Tahith Chong. Pada musim 2019/2020, ia cuma mainkan tiga pertandingan di Premier League serta 6x dimainkan di Liga Europa.

Tahith Chong, yang datang dari Belanda, kalah berkompetisi dengan pemain teratas lain di baris depan United. Marcus Rashford serta Anthony Martial performnya sedang bagus-bagusnya. Mustahil digeser.

Ketetapan United perpanjang waktu pinjaman Odion Ighalo membuat menit bermain Tahith Chong semakin tipis. Bertukar club sekarang jadi pilihan yang dipikir dengan masak oleh pemain 20 tahun itu. 

Tahith Chong Pilih Utang

Tidak sama dengan Angel Gomes yang geser dengan cara permanen ke Lille, diambil dari Bild, Tahith Chong cuma akan geser dengan posisi utang. Tahith Chong tidak dilepaskan dengan posisi transfer permanen.

Tahith Chong disebutkan akan geser ke Jerman. Werder Bremen siap menampungnya pada musim 2020/2021. Tahith Chong ingin mengejar jejak sukses Jadon Sancho, Serge Gnabry, serta pemain Premier League lain yang moncer waktu geser ke Bundesliga.

Sumber: Bild

Prediksi Bayern Munchen vs Chelsea 9 Agustus 2020

Bayern Munchen akan bertemu dengan Chelsea di putaran kedua set 16 besar Liga Champions 2019/20, Minggu (9/8/2020). Bayern ada di atas angin, sesaat Chelsea perlu keajaiban bila ingin mengubah situasi.

Pada putaran pertama di Inggris, bulan Februari lalu, Bayern menang mutlak 3-0. Serge Gnabry borong 2 gol, sedang Robert Lewandowski memberi 1 gol. Lewandowski juga pimpin daftar top scorer sesaat Liga Champions musim ini dengan catatan 11 golnya.

Kemenangan 3-0 dari putaran pertama di kandang musuh itu membuat Bayern benar-benar difavoritkan maju ke perempat final. Ditambah lagi, putaran kedua akan diadakan di tempat mereka sendiri.

Disamping itu, Chelsea tidak dapat turun dengan kemampuan penuhnya. Si pelatih Frank Lampard kehilangan dua pemain utamanya yang terserang skorsing, yaitu bek sayap Marcos Alonso serta pemain tengah Jorginho. Beberapa pemainnya juga harus mangkir karena luka, termasuk juga Christian Pulisic serta Cesar Azpilicueta.

Juara partai ini akan hadapi Barcelona atau Napoli di perempat final. Bisakah Bayern menyelesaikan pekerjaan mereka serta mengambil langkah ke set selanjutnya?

Perkiraan Susunan Pemain

Bayern (4-2-3-1): Neuer; Davies, Alaba, Boateng, Kimmich; Thiago, Goretzka; Gnabry, Muller, Coman; Lewandowski.

Pelatih: Hans-Dieter Flick.

Chelsea (3-4-3): Caballero; Rudiger, Christensen, Zouma; Emerson, Kovacic, Kante, James; Mount, Giroud, Willian.

Pelatih: Frank Lampard.

Statistik dan Prediksi Skor

Bayern tetap menang dalam 7 pertandingan terakhir kalinya di Liga Champions.

Bayern tetap cetak minimum tiga gol dalam 6 dari 7 pertandingan terakhir kalinya di Liga Champions.

Dalam pertandingan kandang terakhir kalinya menantang club Inggris, yaitu menantang Tottenham di babak group Liga Champions musim ini, Bayern menang 3-1.

Chelsea tanpa ada kemenangan dalam 7 pertandingan tandang terakhir kalinya di babak knockout Liga Champions (M0 S4 K3).

Chelsea tanpa ada kemenangan dalam 9 pertandingan terakhir kalinya di babak knockout Liga Champions, kandang serta tandang (M0 S4 K5).

Prediksi skor akhir: Bayern Munchen 3-1 Chelsea.

Nominasi Pemain Terbaik EPL 2019-20, Liverpool Sumbang Tiga Pemain, City Satu, MU Nihil

Tujuh pemain masuk ke nominasi peraih penghargaan Premier League Player of the Season 2019-20, tiga salah satunya dari Liverpool.

Pertandingan Premier League telah diselesaikan. Liverpool keluar untuk juara semenjak minggu ke-31 kemarin. 

Sekarang waktunya untuk ketahui siapakah pemain yang tampil bagus di selama musim serta wajar untuk mendapatkan penghargaan Pemain Paling baik EPL 2019-20. Dikutip dari Sky Sports, ada tujuh pemain yang dinominasikan mendapatkan penghargaan itu. 

Tiga salah satunya datang dari Liverpool. Mereka ialah Jordan Henderson, Trent Alexander-Arnold, serta Sadio Mane. The Reds juga jadi team dengan penyumbang pemain paling banyak dalam nominasi ini.

Dari Manchester City, mereka hanya dapat diwakilkan satu pemain saja. Pemain itu tidak lain ialah Kevin De Bruyne. Si playmaker tampil mengagumkan musim ini dengan cetak 13 gol serta 20 assist. Jumlah itu menyamakan jumlah assist legenda Arsenal, Thierry Henry.

Di lain sisi, lawan Liverpool serta Man City yaitu Manchester United tidak memiliki nasib sama. Tidak satu juga pemain mereka masuk nominasi.

Nama Kejutan

Tetapi ada surprise dalam nominasi Premier League Player of the Season 2019-20 ini. Ada pemain dari club semenjana yang masuk daftar itu. 

Misalnya saja ialah penjaga gawang punya club Burnley, Nick Pope. Dia musim ini tampil bagus dengan mendapatkan 15 clean sheet serta hanya kalah dari Ederson (16 clean sheet).

Lalu ada nama penyerang Southampton, Danny Ings. Pemain yang terbuang dari Liverpool itu musim ini tampil cemerlang dengan cetak 22 gol.

Koleksinya sama juga dengan koleksi penyerang Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang. Jumlah itu hanya kalah dari perolehan top scorer Premier League musim ini, Jamie Vardy, yang mengumpulkan 23 gol.

Daftar Lengkap Nominasi Premier League Player of the Season 2019-20

Berikut nama tujuh pemain yang masuk nominasi Premier League Player of the Season 2019-20.

  • Trent Alexander-Arnold – Liverpool
  • Kevin De Bruyne – Manchester City
  • Jordan Henderson – Liverpool
  • Danny Ings – Southampton
  • Sadio Mane – Liverpool
  • Nick Pope – Burnley
  • Jamie Vardy – Leicester City

Pemenang penghargaan Premier League Player of the Season 2019-20 ini akan diumumkan pada 13 Agustus 2020 mendatang.

Siapa Nih yang Pas Gantikan De Gea di MU? Kasper Schmeichel atau Dean Henderson?

David de Gea tetap jadi pilihan penting di bawah garis gawang Manchester United musim ini. Tetapi, hari esok penjaga gawang asal Spanyol itu diberitakan mulai disangsikan.

Pemicunya sebab inkonsistensi De Gea di bawah garis gawang Manchester United. Kiper berumur 29 tahun ini belum pernah betul-betul tampil fantastis pada tiap musim Premier League.

Pada musim kemarin, perform De Gea sebenarnya tidak demikian menyedihkan. Ia tetap bermain dalam 38 laga serta kecolongan 36 gol. Penjaga gawang Tim nasional Spanyol ini mengepak 13 clean sheets.

De Gea telah sembilan musim merumput di Old Trafford. Mencatatkan 404 performa mulai sejak itu, penjaga gawang kelahiran Madrid, Spanyol ini kecolongan 415 kali.

Bila Manchester United telah hilang keyakinan pada De Gea, siapapun penjaga gawang yang cocok untuk menggantinya? Berikut lima salah satunya:

Kasper Schmeichel

Nama Kasper Schmeichel tengah hangat dibahas untuk alternatif sebanding untuk De Gea. Bila masuk, penjaga gawang Leicester City ini akan ikuti jejak ayahnya, Peter Schmeichel, mengenakan seragam Manchester United.

Bersama-sama Leicester City pada musim kemarin, Kasper kecolongan 41 gol dari 38 laga. Ia mencatat 13 clean sheet. Manchester United dapat membuatnya untuk sasaran periode pendek mengingat umurnya sudah mencapai 33 tahun.

Gianluigi Donnarumma

Donnarumma telah jadi penjaga gawang reguler AC Milan semenjak umur 16 tahun. Dia sukses menunjukkan dianya untuk salah satunya penjaga gawang paling baik di Serie A.

Kontrak Donnarumma di San Siro akan habis tahun kedepan. Rossoneri kemungkinan menjualnya pada panas musim ini jika gagal perpanjang kontraknya.

Dean Henderson

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer akan dibikin ketidaktahuan sesudah Dean Henderson datang dari waktu pinjamannya di Sheffield United. Masalahnya penjaga gawang berumur 23 tahun ini tampil heroik pada musim kemarin.

Henderson kecolongan 33 gol dari 36 pertandingan serta mencatat 13 clean sheets. Dibandingkan dipasarkan ke team lain, penjaga gawang kelahiran Whitehaven, Inggris itu lebih bagus dipropagandakan ke team penting untuk gantikan De Gea.

Andre Onana

Onana masuk dengan Ajax pada 2015 dari akademi Barcelona La Masia. Dia sukses bawa Ajax ke semi-final Liga Champions 2018-2019.

Pemain 24 tahun itu telah membuat 178 performa untuk team penting Ajax semenjak lakukan kiprah di tahun 2016. Onana menolong Ajax mendapatkan gelar ganda domestik pada musim kemarin.

Onana ialah satu antara penjaga gawang yang sangat disukai di dunia sekarang ini. Kiper asal Kamerun itu diberitakan dapat tinggalkan timnya dalam tempo dekat ini.

Nick Pope

Nick Pope tampil mengagumkan bersama-sama Burnley pada musim kemarin. Dengan catatan 15 clean sheets, penjaga gawang berumur 28 tahun ini jadi kiper ke-2 dengan jumlah clean sheets paling banyak sesudah Ederson.

Untuk datangkan Pope, Manchester United harus berkompetisi dengan Chelsea. Kiper Tim nasional Inggris ini wajar diplot untuk prediksi periode panjang Solksjaer di bawah garis gawang.

Disalin dari: Bola.com/Penulis Muhammad Adiyaksa/Editor Gregah Nurikhsani

Published: 6 Agustus 2020

Solskjaer Ingin Pertahankan Chris Smalling di Skuad MU Musim Depan

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberikan tanda-tanda dianya akan menjaga bek Chris Smalling di skuadnya untuk musim depan.

Smalling jalani waktu pinjaman di club Serie A, AS Roma selama musim 2019/20 tempo hari. Dia tampil cukup impresif bersama-sama Giallorossi.

Tetapi, ekstensi waktu kontrak atau pembelian permanen tidak dapat disetujui oleh United serta Roma. Karenanya, Smalling sekarang harus kembali pada Old Trafford.

Smalling juga mengutarakan kekesalan dianya sebab harusnya kembali pada United sebelum Roma menyelesaikan penjelajahan mereka di tempat Liga Europa.

Keterangan Solskjaer

Solskjaer akui girang dengan performa yang diperlihatkan Smalling bersama-sama Roma. Bek 30 tahun itu juga dapat mendapatkan tempat di team bimbingannya musim depan.

“Saya pikir Chris [Smalling] telah memperlihatkan selama profesinya di Manchester United begitu bernilainya ia di Manchester United,” tutur Solskjaer seperti diambil Goal International.

“Musim ini adalah masalah ia bermain reguler di Roma serta memperlihatkan begitu bagusnya ia, saya ingin memberi Harry Maguire, Victor Lindelof, serta kemungkinan Axel Tuanzebe peluang,” paparnya.

“Biarkan ia pergi serta bermain semasa satu musim di Roma ialah ketetapan paling baik untuknya serta ia sudah memperlihat kan ia akan berharga, saya bicara dengan Chris selama musim. Saya suka dengan performnya,” tegasnya.

Pilihan untuk Solskjaer

Solskjaer sebenarnya ingin mengambil satu bek tengah pada jendela transfer panas musim ini buat semakin memperkokoh bagian pertahanan timnya.

Beberapa nama juga pernah dihubungkan dengan Manchester United, dari mulai bek jagoan Napoli, Kalidou Koulibaly sampai yang paling baru, bek Lille, Gabriel Magalhaes.

Tetapi, kelihatannya sekarang Solskjaer dapat lupakan gagasan itu dengan kembalinya Smalling ke tim serta dapat kembali lagi diandalkan musim depan.

Sumber: Goal International

Cuci Gudang! Arsenal Ingin Jual 9 Pemain Termasuk Alexandre Lacazette

Arsenal ingin melakukan perbaikan catatannya pada musim depan. Hingga, Mikel Arteta sebagai pelatih siap untuk melengserkan sembilan pemain sekaligus juga dalam bursa transfer panas musim ini.

Hasil yang dicapai club berjulukan the Gunners pada musim 2019/20 tidak dapat disebutkan bagus. Serta kesuksesan mereka memenangkan FA Cup juga kemungkinan tidak mampu menolongnya.

Bagaimana tidak, Arsenal cuma dapat finish di rangking delapan dalam klassemen akhir Premier League musim ini. Tidaklah sampai disana, mereka tersisih pada set 32 besar sesudah kalah gol tandang di tangan Olympiakos.

Pembongkaran scuad besar pantas dilaksanakan bila ingin perolehannya lebih baik pada musim depan. Arteta sadar akan hal tersebut serta siap melepas sembilan pemain sekaligus juga untuk mendanai kesibukan transfernya.

Siap Lepas 9 Pemain

Daily Mail mempunyai sembilan nama yang akan dilepaskan the Gunners pada bursa transfer ini. Ada dua nama penting dalam perincian itu, yaitu Hector Bellerin dan Alexandre Lacazette.

Dalam perincian itu , ada tiga nama yang saat ini berposisi untuk bek. Mereka ialah Soktratis, Shkodran Mustafi, serta Rob Holding. Sead Kolasinac, Lucas Torreira, dan Matteo Guendouzi juga turut tercatut di daftar itu.

Tidak lupa nama Henrikh Mkhitaryan, yang didapat dari Manchester United untuk kompensasi kepindahnya Alexis Sanchez di tahun 2018 kemarin. Sekarang ini, Mkhitaryan sedang jalani kariernya di AS Roma untuk utang.

Kepindahnya Mkhitaryan ke AS Roma dengan posisi permanen cukup menungkinkan. Ditambah lagi pemain berdarah Armenia itu sudah dimainkan sekitar 29 kali di semua pertandingan dengan catatan sembilan gol serta enam assist.

Tidak Ada Nama Ozil

Anehnya, dalam perincian itu tidak ada nama Mesut Ozil. Seperti yang diketahui, pemain dari Jerman itu tidak membuahkan perform sesuai upah 300 ribu pounds per minggu yang diterimanya.

Agen Ozil sudah memperjelas jika client-nya tidak ke mana-mana. Serta lagi, berdasar laporan yang tersebar, Ozil diberitakan sudah menampik penawaran Fenerbahce untuk beberapa kalinya.

Arteta diberitakan telah mempunyai beberapa nama yang ingin diambil pada musim panas kelak. Pemain Atletico Madrid, Thomas Partey, telah masuk ke daftar belanjanya.

The Gunners diberitakan sedang merajut pembicaraan dengan bekas pemain Liverpool, Philippe Coutinho. Tidak hanya itu, mereka disebutkan sedang berusaha membawa Willian dari Chelsea ke Emirates Fase.

Seorang bek tengah jadi perhatian penting Arteta. Lalu, club direpotkan dengan kepentingan kepindahnya Dani Ceballos dengan cara permanen dari Real Madrid.

Peringatan untuk Chelsea: Ziyech dan Werner Belum Tentu Bisa Sukses di Inggris

Satu peringatan diberi oleh bekas manager Chelsea, Avram Grant, atas penerimaan Timo Werner serta Hakim Ziyech.

Chelsea aktif belanja pada musim ini. Mereka ingin dapat berkompetisi lagi dengan raksasa Premier League yang lain. Dalam persaingan perebutan juara Premier League musim depan.

Mereka telah datangkan Ziyech dari Ajax Amsterdam. Mereka selanjutnya mengambil Werner dari RB Leipzig.

Kedua-duanya disebutkan akan dapat membuat baris serang Chelsea musim depan jadi benar-benar mencekam. Ditambah lagi bila mereka kelak dapat digabungkan dengan pemain musuh jenis Mason Mount serta Christian Pulisic.

Peringatan Grant Pada Chelsea

Penerimaan Hakim Ziyech serta Timo Werner itu nampak menjanjikan serta membuat fans Chelsea girang. Namun Avram Grant mengingatkan seluruh pihak supaya tidak tidak mengharap begitu tinggi semakin dulu.

Pasalnya ada peluang kedua-duanya tidak berhasil menyesuaikan di Inggris. Masalah ini pernah berlangsung awalnya di Premier League, persisnya pada lawan sekota mereka yaitu Tottenham, di masa manager Harry Redknapp.

“Di atas kertas mereka seperti terlihat pemain bagus serta mereka dapat membuat team semakin kuat. Namun kita perlu menanti serta lihat,” katanya pada Stats Perform News.

“Kami telah lihat sekian tahun lalu, Tottenham beli beberapa pemain tapi mereka beli kebanyakan serta banyak yang tidak tampil oke. Pada akhirnya Harry Redknapp selamatkan mereka serta lakukan pekerjaan yang benar-benar baik,” kenangnya.

“Saya pikirkan Anda perlu waspada saat mengambil pemain, apa mereka akan baik untuk tim, tetapi saya percaya mereka telah mengecek ini. Ini tidak cuma masalah kualitas,” hebat Grant.

Perekrutan Kai Havertz

Kecuali Timo Werner serta Hakim Ziyech, Chelsea disebutkan ingin datangkan satu pemain tengah teratas lagi. Pemain yang marak dicari ialah pemain muda punya Bayer Leverkusen, Kai Havertz.

Avram Grant juga kembali lagi mengingatkan Chelsea jika sama dengan Ziyech serta Werner, ada peluang Havertz dapat juga kesusahan cemerlang di Inggris. Walau dia mengaku jika pemain 21 tahun itu adalah pemain yang benar-benar bermutu.

Apabila memang nanti Havertz dapat nyetel di scuad Chelsea serta menyesuaikan dengan sepak bola Inggris, Grant percaya The Blues dapat mempersingkat jarak dengan Liverpool serta Manchester City.

“Dengan pemain yang bagus mereka bisa berkompetisi dengan Liverpool atau Man City. [Havertz] mempunyai kualitas. Kita perlu menanti serta lihat [apakah dia figur yang dapat memperantai ketimpangan itu],” pungkas Grant.

Avram Grant sempat menggarap Chelsea dari September 2007 sampai Mei 2008. Disamping itu Timo Werner serta Hakim Ziyech saling diikat di Stamford Bridge sampai 2025.

(Stats Perform News)

Hasil Pertandingan AC Milan vs Atalanta: Skor 1-1

AC Milan harus ikhlas share point dengan Atalanta pada tanding minggu ke-36 Serie A 2019/20, San Siro, Sabtu (25/7/2020) pagi hari WIB. Score 1-1 menunjukkan pertempuran setimbang ke-2 team.

Milan unggul terlebih dulu melalui gol Hakan Calhanoglu pada menit ke-14, tetapi Atalanta dapat menyamai posisi lewat Duvan Zapata pada menit ke-34.

Hasil seimbang adil buat ke-2 team. Atalanta masih di rangking kedua dengan 75 point, Milan ketahan di rangking ke-6 dengan 60 point.

Babak pertama

Laga langsung diawali dengan tempo tinggi. Atalanta bisa tiba untuk tamu, tetapi langsung menyuguhkan permainan agresif. 10 menit pertama, Milan seringkali bertahan.

Walau begitu, malah Milan yang unggul terlebih dulu. Melalui keadaan bola mati, Calhanoglu melepas sepakan bebas ke tiang jauh yang tidak dapat dicapai Gollini. Gol! Milan 1-0 Atalanta pada menit ke-14.

Kecolongan tidak mengagetkan Atalanta, yang masih tetap tampil agresif. Celaka pasukan Gian Piero Gasperini susah membuat irama sebab pelanggaran silih bertukar.

Menit ke-24, Atalanta memperoleh hadiah penalti. Biglia jatuhkan Malinovskiy di kotak terlarang, wasit tegas menunjuk titik putih.

Malinovskiy yang maju untuk algojo, tetapi tendangannya begitu gampang ditebak. Bola ke arah tengah, Donnarumma menangkapnya tanpa ada kesusahan. Penalti tidak berhasil.

Ketidakberhasilan ini mengganti keadaan. Gantian Milan yang memberikan ancaman seringkali melalui serbuan balik, tetapi pertahanan Atalanta masih cukup rapi.

Menit ke-34, malah Atalanta yang cetak gol keseimbangan. Atalanta menggempur dengan gabungan umpan bagus. Bola muntah selanjutnya diterima Zapata untuk membobol gawang Donnarumma. Gol! Milan 1-1 Atalanta.

Laga kembali lagi diteruskan dengan tempo tinggi. Donnarumma serta harus membuat pengamanan dengan mukanya. Agar demikian, tidak ada gol penambahan sampai set pertama usai.

Babak kedua

Laga diawali kembali lagi, Milan coba ambil ide gempuran. 10 menit pertama berjalan intensif, Atalanta mulai cari sela pertahanan Milan.

Sampai menit ke-60, permainan masih dikendalikan Atalanta. Team tamu hampir cetak gol jarak jauh, tetapi bola masih meleset.

Stefano Pioli membuat beberapa perubahan pemain ditengah-tengah set ke-2. Milan memberi respon secara baik, baris serang bertambah fresh.

Menit ke-74, Milan memperoleh kesempatan terbaik. Melalui serbuan balik, Bonaventura melepas shooting jarak jauh, yang sayangnya masih mengenai tiang.

Masuk 10 menit akhir, jual membeli gempuran masih berlangsung, tetapi tempo laga turun mencolok. Milan bermain lebih bagus dari set pertama, Atalanta juga tidak cuma bertahan.

Tidak ada gol penambahan sampai akhir laga. Wasit tiup semprit panjang. Ke-2 team harus ikhlas share point.

Susunan pemain

MILAN XI (4-2-3-1): Gianluigi Donnarumma; Davide Calabria, Simon Kjaer, Matteo Gabbia, Diego Laxalt; Franck Kessie, Lucas Biglia (61′ R. Krunic); Alexis Saelemaekers (69′ Samu Castillejo), Hakan Calhanoglu (61′ G. Bonaventura), Ante Rebic (61′ Rafael Leao); Zlatan Ibrahimovic.

ATALANTA XI (3-4-2-1): Pierluigi Gollini; Rafael Toloi, Mattia Caldara, Berat Djimsiti; Hans Hateboer, Marten de Roon, Remo Freuler (69′ M. Pasalic), Robin Gosens (69′ T. Castagne); Alejandro Gomez (90′ E. Colley), Ruslan Malinovskiy (57′ L. Muriel); Duvan Zapata.

Unai Emery Latih Villarreal, Mikel Arteta: Selamat dan Terima Kasih

Info peresmian Unai Emery untuk pelatih baru Villarreal sampai di telinga bos Arsenal sekarang ini, Mikel Arteta. Pasti, Arteta tidak enggan ucapkan selamat.

Emery dipilih gantikan Javier Calleja, mengangkat project besar Villarreal. Ini ialah pekerjaan pertama kalinya semenjak tinggalkan Emirates Fase seputar delapan bulan kemarin.

Waktu itu, pemecatan Emery memang tidak dapat dijauhi. Arsenal mengambil langkah dalam pergerakan jelek, tanpa ada kemenangan dalam tujuh laga di semua pertandingan. Pada akhirnya manajemen memutuskan berani dengan memutuskan sepihak kontrak Emery.

Sesudahnya tim Arsenal pernah diperintah Freddie Ljungberg, yang cuma kerja semasa beberapa minggu. Tidak lama, Arteta juga dipilih untuk pelatih alternatif permanen serta masih bertahan sampai sekarang ini.

Selamat serta terima kasih

Walau kerjanya saat ini dibuat atas ketidakberhasilan Emery, Arteta berasa sebetulnya usaha keras Emery pantas dihargai. Ia juga menginginkan yang paling baik untuk lanjutan profesi Emery di Spanyol kelak.

“Selamat untuk pekerjaan barunya, ia [Emery] kembali pada Spanyol. Ia ialah pelatih dengan segudang pengalaman serta sempat sukses disana,” papar Arteta di situs sah Arsenal.

“Kami mendoakan yang paling baik buatnya dari sini. Terdapat beberapa orang dalam team ini yang menyenangi ia serta saya meletakkan tertarik tinggi terhadapnya.”

“Saya juga mengucapkan terima kasih untuk apakah yang telah ia kerjakan di sini dengan beberapa pemain, usaha meningkatkan team serta tim. Kami mendoakan yang paling baik buatnya serta mudah-mudahan semua berjalan dengan baik,” paparnya.

Harus berkembang

Arsenal akan mainkan laga terakhir kalinya di Premier League 2019/20 ini tidak lama lagi, melayani Watford di Emirates Fase, Minggu (26/7/2020).

Skrip paling baik untuk Arsenal ialah finish di rangking ke-8, jelas jelek. Tetapi minimal mereka masih punyai kesempatan memenangkan FA Cup untuk merampas satu ticket ke Eropa musim depan.

“Mudah-mudahan musim depan akan tidak sama. Kami hadapi banyak rintangan, yang susah tetapi indah di muka kami. Kami harus kembalikan club ini ibarat semestinya, yaitu bersama-sama tim-tim teratas di negara ini serta di Eropa,” sambung Arteta.